Langsung ke konten utama

Jakarta Punya Cerita - Festival Pecinan Glodok at Petak Enam

Dirgahayu DKI Jakarta 🥳🥳 

Terima kasih sudah memberi kesempatan untukku bisa belajar dan berkembang di kota ini. Gedung-gedung tinggi, jalanan padat dan kesibukan di sana sini mungkin menjadi gambaran kota Jakarta. Namun dibalik keindahan dan kemegahannya, saat ini sedang terselip duka dan harapan. Dibalik hiruk pikuknya, kota Jakarta sendiri memiliki banyak kenangan untukku pribadi, mulai dari perjuangan, kesedihan, kebahagiaan, persahabatan, cinta bahkan sampai cita-cita. Aku tahu kini tak hanya Jakarta yang sedang berjuang, tapi semua rakyat Indonesia berusaha untuk tetap bisa bertahan.

Jakarta, berkacalah engkau sejenak
Adakah cinta di jalan sepi yang tersisa?
Jakarta, gemerlap rindu yang menggebu
Tersimpan semua cerita kita di Jakarta
Ya, ini adalah sepenggal lirik lagu Jakarta - Glenn Fredly - 

Jakarta punya cerita 

Ngomongin hari spesial pasti selalu ada rangkaian acara menarik untuk diikuti bukan? Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke 495 kali ini mengusung tema #JakartaHajatan. Nah salah satu hajatannya juga termasuk Festival Pecinan Glodok yang diadakan di Petak Enam Jakarta? BTW, teman cerita khususnya yang dari Kota Jakarta pasti udah ga asing ya sama Glodok 😀.  Iya salah satu kawasan pecinan terkenal di Jakarta dan banyak penjualan barang elektroniknya 🤭
Teman cerita tahu ga sih, kalo Glodok itu ternyata pada masa Hindia-Belanda terkenal dengan nama Pancoran. Oh iya arti kata Glodok sendiri berasal dari Bahasa Sunda "Golodog" yang artinya pintu masuk rumah. Jadi Sunda Kalapa itu adalah pintu masuk ke kerajaan Sunda dulunya. Sebelum dikuasai oleh Belanda, Sunda Kelapa (Jakarta) itu dihuni oleh orang Sunda. Cung saha didieu batur carita anu asli orang sunda? ☝☝ abdi Sunda Bogor 🤭🤭
Eh terus kenapa saat masa Hindia-Belanda terkenal dengan sebutan Pancoran juga ya? Nah jadi menurut informasi dari Wikipedia yang bersumber dari: https://sinarharapan.co.id/berita/0109/08/jab07.html. Glodok juga berasal dari suara air pancuran dari sebuah gedung kecil persegi delapan di tengah-tengah halaman gedung Balai Kota (Stadhuis) – pusat pemerintahan Kumpeni Belanda di kota Batavia. Jadi di sana terdapat aliran air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bunyi air pancurannya grojok..grojok gitu. Dari bunyi yang bersumber dari gedung kecil persegi delapan itu sama penduduk pribumi dieja sebagai Glodok. Teman cerita ada yang suka mendengar suara air mengalir dengan bunyi grojok grojok ga nih 💆‍♀️. Kayaknya kalo lagi menenangkan diri, terus denger suara air kayak gitu lumayan suka bikin tenang ga sih? Nah itu sedikit ulasan sejarahnya. Jadi nama ”pancuran” akhirnya menjadi nama sebuah daerah yang sekarang dikenal sebagai Pancoran atau orang di kawasan Jakarta Kota menyebutnya dengan istilah ”Glodok Pancoran”. 

Keseruan Festival Pecinan Glodok

Kalo main-main ke Glodok Jakarta, jangan lupa mampir ke Petak Enam di Chandra sama Pancoran Chinatown Point ya. Lokasinya deketan, bersebrangan jadi cukup satu hari kalo mau menjelajah kedua tempat tersebut. Oh iya episode kali ini aku mau cerita tentang Petak Enamnya, karena kebetulan acara festival pecinan Glodok ada di sini. Beralamat di Jl. Pancoran No.43, RT.2/RW.6, Glodok, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat. Untuk menuju ke tempat ini sangat mudah dijangkau dengan transportasi umum busway atau KRL, terus tinggal lanjut jalan kaki. Lagi-lagi jalan-jalan yang sesungguhnya 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️. Gapapalah jalan-jalan sambil olahraga, apalagi kalo ke sini jam sore udah ga terlalu panas 💃💃 sambil nikmatin angin segar dan cicip gorengan saat melewati Pasar Asemka 🤤. Oh iya jadi kalo teman cerita naik KRL nanti bisa turun di Stasiun Jakarta Kota atau kalo mau naik Busway bisa turun di Halte Glodok. 


Beberapa kuliner di Petak Enam

Petak Enam Chandra ini adalah salah satu pusat kuliner khas China. Tapi ada beberapa tenant makanan khas Indonesia juga kok seperti Soto Betawi H Mamat dan Suwe Ora Jamu, gorengan cempedak juga ada 🤤 Selain itu ada makanan dari Barat, bisa pilih sesuai selera yah kalo mampir ke sini. Makanan halal dan non halal di sini ada. Jadi bagi teman cerita yang muslim sebelum jajan, untuk meyakinkan diri, boleh ditanya dulu ya kehalalannya sama penjual. Selain kulinernya, tempat jajan satu ini juga instagramable banget. Mau makan, foto, ngobrol, bahkan merenung, atau olahraga bisa banget kok. Kebetulan di sekitar Petak Enam Gedung Chandra di lantai 2 itu ada tempat penyewaan untuk olahraga badminton. Buat teman cerita yang suka main badminton bisa coba olahraga di tempat ini. Info lebih lanjut terkait sewanya bisa WA nomor ini ya 08118821337. Nah abis olahraga kan bisa langsung jajan 😁😁
Festival Pecinan Glodok di Jakarta Hajatan kali ini acaranya keren, banyak kegiatan kesenian yang ditampilkan seperti bernyanyi, pertunjukan tari, kungfu, hingga barongsai. 

Kue bulan 

Kebetulan saat aku ke sini, setelah Bapak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia pulang, aku melihat di dekat pintu keluar ada yang jualan kue bulan, kue keranjang sama pia. Btw, teman cerita ada yang tau kue bulan?
Kue bulan adalah makanan tradisional Masyarakat Tionghoa yang menjadi sajian wajib pada perayaan Festival musim gugur setiap tahunnya lho. Bentuknya yang bulat dipercaya membawa keberuntungan, kemakmuran dan kesehatan.

Kue bulan yang kulitnya berwarna putih memiliki tekstur halus, ada tinta merah pada permukaannya. Nah tinta tersebut bertuliskan rasa kue ataupun merek. Untuk varian rasanya ada cempedak, durian, coklat dan keju. Harga satuannya 35 ribu. kemudian untuk kue bulan yang warna coklat, diatasnya terdapat motif timbul yang cantik, yang ini teksturnya lebih lembut dan rasanya kacang hitam, harganya 25 ribu isi 6. Kapan-kapan ikutan Festival kue bulan kayaknya seru juga ya 🥰👍 Next kita cerita-cerita tentang Festival kue bulan ya teman 🤗

Kue bulan putih

Kue bulan dengan motif

Nah itu sepenggal ceritaku saat berkunjung ke Petak Enam Chandra di Glodok. Kalo teman cerita lagi di Jakarta jangan lupa mampir ya 😉

Semoga pariwisata di Indonesia semakin maju, sekali lagi selamat ulang tahun Kota Jakarta yang ke 495 🥳 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Menginap di Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Night at Museum - Menginap di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Apa yang kamu temukan di sana? 👻👹 Apa yang pertama kamu pikirkan ketika ada kegiatan menginap di Museum? Teringat filmnya  Night at the Museum, tentang  seorang penjaga malam di Museum Sejarah yang menemukan bahwa koleksi museumnya hidup kembali setiap malam. 😱😱 Kira-kira mungkin terjadi ga ya di kehidupan nyata? Eitss penasaran ga? Jadi gini...  Semua berawal dari keinginan menyambut hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 78 dengan cara yang beda. Teman cerita perlu meyakini bahwa k emerdekaan itu adalah sebuah proses. Selama hampir 78 tahun ini kita ngapain aja? Kepikiran, ngapain aja ya kira-kira?   Banyak cara seru yang dapat dilakukan untuk menyemarakkan hari Ke merdekaan Indonesia, seperti mengikuti perlombaan, menonton film pahlawan, atau berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, salah satunya pergi ke Museum.  Salah satu Museum yang menarik dikunjungi untuk napak tilas di HUT RI adalah Museum Perumusan Naskah Prokl

Mengenal Lebih Dekat Urang Kanekes, Baduy Dalam dan Hidup Berdampingan Dengan Alam

Apa yang teman cerita pikirkan tentang Baduy? Suku pedalaman yang tertinggal dan jauh dari kata modern? Siapa sih sebenarnya suku Baduy itu? Apa benar kehidupan orang Baduy penuh dengan Mistis? Nah, kali ini aku ingin berbagi cerita tentang pengalaman menarik ketika berkunjung ke Perkampungan Baduy. Perkampungan yang jauh dari keramaian kota. Menghabiskan akhir pekan di Baduy Dalam? Kenapa Nggak 😉 Oke, be quiet! Life is simple, but not easy.  Mari belajar kesederhanaan dan ketangguhan hidup orang Baduy. Don't slack off! Mari bergerak dan ikut berpetualang bersamaku 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️ Hal pertama yang menarik adalah mereka sendiri ternyata tidak pernah menyebut dirinya suku Baduy, melainkan urang Kanekes (orang Kanekes). Aku baru tau hal ini ketika Ayah Darma menjelaskan.  Ada dua golongan yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Apa perbedaannya?  Untuk perbedaan yang mudah diketahui adalah orang Baduy Luar sudah bisa menerima budaya dari luar, menggunakan handphone, mandi dengan sab

Van Gogh: The Immersive Experience

Vincent van Gogh adalah salah satu seniman paling terkenal di dunia, dan karya-karyanya telah menginspirasi banyak orang.  Pameran ini adalah kesempatan untuk melihat lebih dekat pada karya-karyanya yang luar biasa dan mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan dan karirnya yang juga lebih dari luar biasa. Saya tidak banyak tahu tentang kehidupan Van Gogh, namun dari beberapa lukisan yang dipamerkan ternyata ada penjelasan bahwa beliau memiliki penyakit mental yang cukup serius. Penyakit mental Van Gogh memiliki dampak yang besar pada karya seninya.  Lukisan-lukisannya sering kali menggambarkan suasana hati yang suram dan depresi, dan sering kali menampilkan tema-tema kematian dan keputusasaan. Namun, lukisan-lukisan Van Gogh juga menunjukkan kecerdasan dan kepekaannya yang luar biasa, dan tetap menjadi salah satu karya seni paling terkenal dan berpengaruh di dunia.  Pengalaman setelah melihat pameran van Gogh sangat menyenangkan. Saya bisa sangat menikmati karya-karyanya yang indah da