Langsung ke konten utama

Menembus Ruang dan Waktu, Merekam Jejak Sejarah melalui Karya Fotografi

Peristiwa sejarah akan selalu berkaitan dengan ruang dan waktu. Ruang dalam sejarah adalah dimensi latar tempat (space) di mana suatu peristiwa itu terjadi. 

Kemudian waktu menunjukkan kapan sebuah peristiwa terjadi, termasuk tanggal, bulan dan tahun. Dengan teknologi yang semakin canggih, kita bisa mempelajari sejarah dengan mudah, salah satunya melalui foto atau video. Ketika foto dapat menceritakan sebuah peristiwa di masa lampau tanpa ada kata di dalamnya. Dari media seperti foto kita  juga bisa belajar membaca sebuah peristiwa yang terjadi di suatu tempat, memahami jejak sejarah yang sarat akan makna kehidupan di masa lalu untuk mempersiapkan kenyataan di masa depan.



Pogram JIPFest - Jakarta International Photo Festival 2021 yang diselenggarakan tanggal 13-28 November 2021 mengangkat tema "Space". Dari kegiatan ini kita belajar bahwa bagaimana sebuah ruang dan tempat memiliki peran penting dalam kehidupan. Salah satu kegiatan acara ini, pengunjung dapat menikmati pameran fotografi yang bertema " Kisah Senyap" Di Historia Kota Tua - Jakarta. Mengutip dari tulisan yang ada di pameran "Kisah Senyap" oleh Ng Swan Ti (Direktur Pelaksana PannaFoto Institute)  mengatakan bahwa "Dalam berbagai kesempatan, kita sering sekali mendengar slogan "dunia lebih baik" diagungkan. Tidak ada yang salah, namun kita juga jangan menutup mata bahwa ada banyak kisah lara yang menyertai gagasan tersebut. Ada banyak manusia yang dipaksa menanggung harta tak ternilai dalam perjalanan kita menuju dunia yang lebih baik itu."

Sejarah bukan sekedar untuk diperbincangkan sesaat, kemudian dilupakan begitu saja. Dari sejarah seharusnya kita bisa mengambil pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Selain itu pengunjung juga bisa menikmati hasil karya dalam bentuk buku foto dan pameran lainnya yang bertema "Space" di Mula Kota tua secara gratis.

Terkadang memotret suatu peristiwa yang sedang kita lakukan itu menyenangkan ya. Sering mendengar moto para pecinta alam yang berkata seperti ini kan? "Jangan meninggalkan dan membawa apapun dari tempat yang kita kunjungi, kecuali jejak dan foto."
Tentunya setiap kegiatan positif pasti memiliki manfaat, seperti memotret untuk mengabadikan momen kehidupan, kesempatan mendapatkan pengalaman baru, lebih bersyukur dan membuat hidup lebih bahagia. Hargai setiap momen yang kita lakukan dengan orang tercinta, selagi mereka masih berada di sisi kita. Hidup tidak selalu tentang dirimu sendiri, masih banyak hal yang perlu kamu ketahui tentang sekelilingmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Menginap di Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Night at Museum - Menginap di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Apa yang kamu temukan di sana? 👻👹 Apa yang pertama kamu pikirkan ketika ada kegiatan menginap di Museum? Teringat filmnya  Night at the Museum, tentang  seorang penjaga malam di Museum Sejarah yang menemukan bahwa koleksi museumnya hidup kembali setiap malam. 😱😱 Kira-kira mungkin terjadi ga ya di kehidupan nyata? Eitss penasaran ga? Jadi gini...  Semua berawal dari keinginan menyambut hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 78 dengan cara yang beda. Teman cerita perlu meyakini bahwa k emerdekaan itu adalah sebuah proses. Selama hampir 78 tahun ini kita ngapain aja? Kepikiran, ngapain aja ya kira-kira?   Banyak cara seru yang dapat dilakukan untuk menyemarakkan hari Ke merdekaan Indonesia, seperti mengikuti perlombaan, menonton film pahlawan, atau berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, salah satunya pergi ke Museum.  Salah satu Museum yang menarik dikunjungi untuk napak tilas di HUT RI adalah Museum Perumusan Naskah Prokl

Mengenal Lebih Dekat Urang Kanekes, Baduy Dalam dan Hidup Berdampingan Dengan Alam

Apa yang teman cerita pikirkan tentang Baduy? Suku pedalaman yang tertinggal dan jauh dari kata modern? Siapa sih sebenarnya suku Baduy itu? Apa benar kehidupan orang Baduy penuh dengan Mistis? Nah, kali ini aku ingin berbagi cerita tentang pengalaman menarik ketika berkunjung ke Perkampungan Baduy. Perkampungan yang jauh dari keramaian kota. Menghabiskan akhir pekan di Baduy Dalam? Kenapa Nggak 😉 Oke, be quiet! Life is simple, but not easy.  Mari belajar kesederhanaan dan ketangguhan hidup orang Baduy. Don't slack off! Mari bergerak dan ikut berpetualang bersamaku 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️ Hal pertama yang menarik adalah mereka sendiri ternyata tidak pernah menyebut dirinya suku Baduy, melainkan urang Kanekes (orang Kanekes). Aku baru tau hal ini ketika Ayah Darma menjelaskan.  Ada dua golongan yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Apa perbedaannya?  Untuk perbedaan yang mudah diketahui adalah orang Baduy Luar sudah bisa menerima budaya dari luar, menggunakan handphone, mandi dengan sab

Van Gogh: The Immersive Experience

Vincent van Gogh adalah salah satu seniman paling terkenal di dunia, dan karya-karyanya telah menginspirasi banyak orang.  Pameran ini adalah kesempatan untuk melihat lebih dekat pada karya-karyanya yang luar biasa dan mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan dan karirnya yang juga lebih dari luar biasa. Saya tidak banyak tahu tentang kehidupan Van Gogh, namun dari beberapa lukisan yang dipamerkan ternyata ada penjelasan bahwa beliau memiliki penyakit mental yang cukup serius. Penyakit mental Van Gogh memiliki dampak yang besar pada karya seninya.  Lukisan-lukisannya sering kali menggambarkan suasana hati yang suram dan depresi, dan sering kali menampilkan tema-tema kematian dan keputusasaan. Namun, lukisan-lukisan Van Gogh juga menunjukkan kecerdasan dan kepekaannya yang luar biasa, dan tetap menjadi salah satu karya seni paling terkenal dan berpengaruh di dunia.  Pengalaman setelah melihat pameran van Gogh sangat menyenangkan. Saya bisa sangat menikmati karya-karyanya yang indah da